Gandeng LPK-RI, JTY Gugat Bank CIMB Niaga 1 Triliun Melalui PN Jakpus

Jakarta, jejakwarta.com : Dalam rangka memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Lembaga Perlindungan konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) yang diwakili oleh Mustain Billah Marap. SH..MH, salahsatu kuasa hukum dari penggugat berinisial JTY,  memenuhi panggilan sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat  Jl. Bungur Besar Raya No.24, RT.28/RW.1, Gn. Sahari Sel., Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat. Senin (28/8/2023)

Proses persidangan ditunda dikarenakan dari pihak tergugat tidak hadir.

Pada keterangan Mustain Billah Marap. SH..MH. saat di temui para awak media mengatakan, "Kehadiran kami di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bernomor perkara : 476/Pdt.G/2023/PN jkt pst terkait gugatan dari klien kami berinisial JTY  ke pihak BANK CIMB NIAGA , PT.Sentral  jaya multindo dan pihak KPKNL Jakarta Pusat juga KPKNL Kota tangerang." ungkap Mustain  Billah Marap.

Menurut Mustain, Gugatan kliennya kepada tergugat diantaranya adalah :

kerugian materil senilai fasilitas kredit jaminan  Rp. 10.710.000.000,-  (sepuluh miliyar tujuh ratus sepuluh juta rupiah)
Senilai fasilitas kredit yang ditahan oleh tergugat 1 sebesar Rp. 2.000.000.000,- ( dua miliyar rupiah).

Senilai biaya pengurusan, transportasi sampai dengan biaya gugatan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Sehingga jumlah seluruhnya kerugian materil  penggugat adalah sebesar .12.760.000.000 (dua belas miliar tujuh ratus enam puluh juta rupiah)

Dan kerugian immaterial sebesar Rp.1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah), atau sejumlah lain yang adil menurut rasa keadilan berdasarkan pertimbangan keadilan Majelis Hakim Yang Mulia.

"Penggugat (JTY) melalui kami dari LPK-RI meminta keadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar hak nya dikembalikan sepenuhnya" kata Mustain.

"Sidang ini adalah pemberkasan, karena ini adalah sidang pertama, jadi untuk mengetahui siapa saja pihak tergugat diwakili kuasa hukum atau tidaknya, jadi ini sidang pertama belum masuk ke pokok perkara. Tadi juga saya bertanya kepada Bapak Hakim yang mulia, sudah sejauh mana dalam pemanggilan pihak tergugat, Hakim menjawab, ternyata semua tergugat sudah menerima surat panggilan secara resmi dari PN Pusat, nah kalau untuk sidang pertama para tergugat tidak bisa hadir itu sudah biasa, namun nantinya di sidang berikutnya saya berharap para tergugat untuk bisa hadir" jelas Mustain Billah Marap. (Tim Red)
Diberdayakan oleh Blogger.